Konsumsi Telur Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah itu sendiri adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong melawan dinding pembuluh darah (arteri). Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.
Tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu pada bacaan diastolik, ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah.

Perlu diketahui bahwa tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung beristirahat).

Dalam penelitian Majumder K dan Wu J yang dipublikasikan dalam Jurnal Agricultural and Food Chemistry diungkapkan bahwa dengan menggunakan sistem model lambung dan usus kecil, protein dalam telur rebus dan telur goreng dapat mengurangi tekanan darah dan potensial untuk menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler. Telur rebus dan telur goreng (dalam bentuk putih telur, kuning telur, dan telur utuh) dilewatkan melalui model pencernaan tersebut, kemudian peptida yang diproduksi dihitung.

Protein dalam telur goreng dan telur rebus dapat diubah oleh enzim yang terdapat dalam lambung dan usus kecil dan menghasilkan peptida yang memiliki aktivitas penghambatan angiotensin converting enzyme (ACE). Penghambat ACE bekerja dengan menghambat pengubahan angiotensin I menjadi potent vasconstrictor, dan angiotensin II yang akan meningkatkan aliran darah dan tekanan darah. Ditemukan bahwa telur goreng memiliki aktivitas penghambatan ACE tertinggi.

BACA JUGA :










Konsumsi Telur Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

0 komentar:

Posting Komentar