3 Olahraga Mampu Menstabilkan Kadar Gula Darah

Selain dengan mengatur pola makan, pengidap gula darah dan diabetes juga harus rajin berolahraga. Kenapa begitu ? Karena, olahraga bisa membantu tubuh untuk lebih maksimal menyerap semua gula yang beredar di dalam tubuh. Tapi, bukankah olahraga juga memicu ekskresi keringat sehingga cepat membuat haus ? Terlebih ketika puasa, bolehkah pengidap diabetes berolahraga ?

Menurut Dr Michael Triangto, SpOK, spesialis kedokteran olahraga dari Slim+Health Sports Therapy. Mengatakan “Jangan selalu mengidentikkan olahraga dengan cucuran keringat berlebihan, khususnya bagi pengidap diabetes”.

Maka, olahraga yang cocok adalah yang bersifat aerobik dan bukan senam aerobik. Sebab, senam aerobik memiliki gerakan yang berulang-ulang dengan waktu yang pendek, maka terasa lebih berat. Alhasil, pengidap diabetes akan mudah terengah-engah dan mempercepat terjadinya penurunan darah.

Lalu, olahraga seperti apa yang bersifat aerobik itu ? Michael menyebutkan, jalan cepat atau bersepeda santai bisa menjadi pilihan. Tapi, sebelum melakukan olahraga tersebut, Michael mengingatkan untuk melihat apakah ada penyakit lain yang menyertai diabetes. Karena, bisa saja olahraga yang dilakukan baik untuk diabetesnya, tapi tidak untuk komplikasi penyakit lain yang dialaminya.

Itu mengapa sebelum berolahraga harus didefinisikan tujuannya apa dan karena goal yang ingin dicapai adalah agar tetap sehat sepanjang puasa dan setelah puasa, maka harus dilakukan sesuai nilai kesehatan. Parameter untuk ini yakni pengukuran denyut jantung dengan rumus 220 dikurang usia dalam tahun. Hasil dari rumus itu adalah 100% dari denyut jantung dan untuk pengidap diabetes, batasannya adalah 50-70% dari denyut jantung maksimal.

Misalnya, pengidap diabetes yang berusia 30 tahun, maka denyut maksimalnya adalah 190 per menit. Maka, batasan denyut jantung ketika berjalan atau bersepeda santai adalah 80-133 per menit. Artinya, Michael menjelaskan, kurang dari 80 maka latihan yang dilakukan kurang bermanfaat, tapi kalau lebih dari 133 itu berbahaya.

Jika kita berbicara manfaatnya, olahraga yang di lakukan dengan teratur dan dalam jangka waktu yang panjang, ternyata mampu membantu otot untuk menyerap gula yang beredar di dalam tubuh. Oleh karena itu, penderita diabetes akan kesulitan untuk menyerap gula. Maka untuk itu, butuh insulin yang lebih tinggi agar glukosa yang menumpuk mudah untuk di serap.

Dengan melatih otot yang bersifat aerobik, sensitivitas tubuh terhadap glukosa menjadi lebih besar. Hal ini karena kadar gula di dalam darah dapat menjadi lebih stabil. Dan untuk penderita diabetes awal, olahraga yang teratur sangat mampu melepaskan diri dari ketergantungan obat.

BACA JUGA :









3 Olahraga Mampu Menstabilkan Kadar Gula Darah

0 komentar:

Posting Komentar