9 Penyebab Penyakit Asma Yang Membahayakan Nyawa


Asma adalah suatu gejala yang ditimbulkan oleh kelainan saluran nafas yang berupa kepekaan yang dapat meningkat terhadap rangsangan dari lingkungan sebagai pemicu umumnya.

Pemicu gejala ini dapat berupa kelelahan pikiran (gangguan emosi), kelelahan jasmani, perubahan lingkungan hidup yang tidak diharapkan. Seperti cuaca, kelembaban, temperatur, asap (terutama rokok) dan bau-bauan yang sangat merangsang, infeksi saluran nafas terutama penyakit affliction tertentu, dan reaksi alergi dari bahan yang terhirup atau dimakan.

Tingkat gejala kepekaan saluran nafas ini diawali dari gejala yang ringan. Berupa pilek, bersin atau batuk yang sering kambuh. Sampai dengan gejala yang berat berupa serangan asma (kesulitan bernafas). Keadaan ini sebenarnya ditandai adanya latar belakang reaksi dari satu alergi.

Timbulnya beberapa tingkatan gejala kepekaan yang bisa diutarakan oleh penderitanya, biasanya diawali sejak masih anak-anak. Sekitar 50% gejala akan sembuh dengan sendirinya, walaupun pada suatu saat gejala ini akan muncul lagi pada tingkat gejala yang lebih berat yang sering diberi istilah asma. Sekitar 55-60% penyakit alergi pernafasan ini dapat diturunkan ke anak ataupun cucunya. Dan sisanya diakibatkan karena adanya polusi lingkungan hidup yang kurang atau masih belum mendapatkan perhatian, karena itu gejala baru muncul setelah dewasa bukan karena merupakan hal yang aneh.
Penyebab Penyakit Asma

Dasar permasalah pada penyakit asma terletak pada kelainan saluran nafas yang berupa proses reaksi atau sebuah peradangan, yang disebabkan oleh paparan bahan-bahan antara lain :
  • Debu yang ada di dalam rumah yaitu debu yang berasal dari kasur kapuk, karpet, sofa, pakaian yang disimpan absolutist di dalam lemari, langit-langit atap rumah, kertas arsip yang lama, dan lain-lain.
  • Bahan makanan terutama jenis ikan laut, susu sapi, telur, coklat, kacang-kacangan. (sedang kelompok bahan makann yang mempunyai ciri yang mengiritasi pedas, dingin, bergetah, rasa manis. asam, asin, dan lain-lain.
  • Lingkungan hidup antara lain bulu yang berasal dari bahan pertanian. Seperti tepung sari, jerami, rumput-rumputan, ampas tebu, dan lainnya. Bahan yang berasal dari bulu dan kotoran unggas serta binatang peliharaan.

Asma memiliki tingkat kematian yang relatif rendah, dibandingkan dengan penyakit kronis lainnya. Tetapi kebanyakan kematian terkait asma terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah termasuk Indonesia.

Jika Anda memiliki gejala-gejala asma, tidak selalu berarti Anda menderita asma. Cara terbaik untuk mendiagnosis asma dengan pasti adalah menggunakan tes fungsi paru-paru, riwayat medis (termasuk jenis dan frekuensi gejala), dan pemeriksaan fisik.

BACA JUGA :









9 Penyebab Penyakit Asma Yang Membahayakan Nyawa

0 komentar:

Posting Komentar